Indonesia akan menjadi negara maju

| Selasa, 08 Januari 2013
SBY Optimis, 10 Tahun Lagi Indonesia Menjadi 
Negara Maju

Untuk kesekian kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan optimismenya tentang masa depan Indonesia. Saat berada di New York, Amerika Serikat terkait lawatannya ke forum Sidang Majelis Umum PBB, SBY menyatakan keyakinannya bahwa 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu negara maju di dunia.
“Dalam satu dekade ke depan, Indonesia akan naik kelas dari emerging countries menjadi salah satu negara maju di dunia,” kata SBY di sela sarapan bersama warga diaspora Indonesia di New York,, Kamis pagi (27/9) waktu setempat
Dikatakannya, untuk dapat memastikan hal ini terwujud, Indonesia harus menuntaskan tiga agenda besar. Yaitu, pertama, Indonesia harus terus melakukan transformasi pasca reformasi dan mematangkan demokrasi.
Kedua, menjaga momentum dan tidak menyia-nyiakan kesempatan saat sekarang Indonesia berada dalam keadaan yang baik, pasca krisis multidimensi luar biasa tahun 1998, dan lima tahun kemudian ketika menghadapi situasi yang terus memburuk.
Ketiga, pembenahan agar transformasi Indonesia berjalan menuju arah yang benar, agar prestasi yang diperoleh saat ini tidak terhalangi oleh sejumlah masalah yang baru.
Jika ini semua dilakukan dengan baik, maka dalam satu dekade ke depan, impian (Indonesia) untuk menjadi negara maju bisa tercapai,” tegas SBY.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-16 perekonomian terbesar dunia dengan PDB sebesar 845 miliar dollar AS, atau pendapatan perkapita 3.760 dollar AS. Dengan predikat sebagai salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi dan penerima investasi terbesar di dunia yang tergabung dalam MIST N-11 menurut Goldman Sachs, maka tahun 2013, PDB Indonesia akan tembus 1 triliun dollar dengan income per capita di atas 4.000 dollar AS.
Menurut McKinsey Global Institute (MGI), diperkirakan, dalam tahun 2025-2030, Indonesia akan mengalahkan ekonomi Inggris dan Jerman, hingga menempati posisi keenam atau ketujuh dunia di bawah China, AS, India, Jepang, Brasil dan Rusia. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, saat itu PDB Indonesia di atas 4,5 triliun  dollar dan pendapatan per kapita di atas 16.000 dollar AS.
Agaknya, optimisme mengenai masa depan Indonesia bukan hanya milik SBY saja. Dalam sebuah acara The Economic Chalange di Metro TV semalam (27/9), Peraih Nobel Ekonomi tahun 2011, Thomas J Sargent, memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dibandingkan negara asalnya, Amerika Serikat (AS).
Bahkan, melihat kinerja ekonomi Indonesia yang begitu bagus, Sargent siap belajar atas kesuksesan Indonesia, lalu akan membagi pengalamannya kepada mahasiswa di kampus di mana ia mengajar.
“Saya hanya seorang professor, saya akan sampaikan hal ini kepada para mahasiswa,” ujar Profesor Ekonomi, di New York University
Sargent mengatakan, sepanjang dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan AS. Dengan pertumbuhan di atas 6 persen per tahun, ekonomi Indonesia tumbuh jauh meninggalkan AS yang hanya 1-2 persen per tahun.
Ekonomi Indonesia, lanjutnya, juga dianggap relatif aman terlihat dari belanja pemerintah, neraca keuangan Indonesia, serta rasio utang perbankan nasional. Sesuatu yang dikatakannya, tidak banyak dilakukan oleh pemerintah di negaranya.
“Saya hanya bertanya, dan mereka secara teknis sangat baik. Membuat saya optimis dengan negara Indonesia ini,” kata Sargent di Jakarta, Rabu (26/9).
SBY begitu optimis, sejumlah pengamat, bahkan peraih hadiah Nobel Ekonomi pun ikut optimis tentang masa depan Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Next Prev
▲Top▲